Fardhie Hantary


Ada baiknya kita memberi waktu sejenak kepada diri ini untuk mengisi substansial bathiniah, sebab telah terpenuhi dengan baik fisik/jasad kita sehari-hari. Maka kini saatnya giliran Aqal dan Qolbu yang kita penuhi, kalau memang kita masih merasa manusia. Saya yakin kalau kita masih bisa untuk sejenak memberikan waktu agar kita bisa lebih bijak dan takwa dalam hidup ini. Setiap bentuk kehidupan pasti ada akhirnya,maka sudah selayaknyalah kita bisa belajar dari masa-masa yang telah kita lewati,karena hanya dengan perolehan substansial kita bisa menabung amal baik kita demi bekal menuju hidup yang lebih hakiki yaitu akhirat Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, hati-hatilah terhadap sesuatu yang bisa menjadi musuh bagi kita, bisa lewat orang lain, atau juga diri kita. sebab watak manusia sangat sombong.dan sangat mudah lalai untuk bersyukur terhadap hidup dan mati yang telah Dia tentukan. Salam sejahtera untuk kita yang masih di berikan-Nya peluang demi melakukan sesuatu yang baik dan berguna. dibawah ini ada sedikit pesan yang mungkin bisa di jadikan masukan bathiniah. Kehidupan dunia ini hanyalah merupakan jembatani menuju hidup yang lebih abadi. Namun bila kita terjebak dalam permainan dunia yang fana ini maka kita bisa menjadi korban keserakahan manusia yang tak kunjung tuntas dari rasa ingin pengakuan, haus akan kekuasaan, kedustaan terhadap sesuatu kebenaran dan masih banyak lagi bentuk-bentuk keserakahan manusia. Yang terpenting bagi kita semua janganlah pernah seperti hal tersebut. Dengan perasaan selalu rindu akan kembalinya kita kepada Sang Pencipta hidup dan kehidupan akan mengantisipasi kita dari terjebak kita akan permainan fatamorgana dunia ini. Segenap Puja dan Puji kepada Sang Pemilik Predikat Status dan Identitas. Karena-Nya-lah kita masih bisa menghirup udara dan meng-Aktualisasikan sumber daya kita. Tidaklah pantas bila makluk ciptaan-Nya memiliki Pujian melebihi-Nya, Taklah laik rasanya bila kita melupakan asal-usul kita sebagai manusia yang telah Dia cipta  untuk senantiasa mengabdi pada-Nya dalam suka maupun duka, dalam kemudahan dan kesulitan, disaat susah maupun senang, itu sudah merupakan konsekwensi kita sebagai makhluk-Nya. Alangkah lucu bila kita hanya bersyukur dalam situasi dan kondisi yang selalu senang/suka, dan sesuai keinginan kita, karena susah dan senang, sulit dan mudah merupakan pasangan kehidupan ini. Terkadang keberhasilan, kesenangan bisa dicapai lewat kegagalan dan kesulitan, hidup yang kita jalani, karena manfaat dan mudharat bisa datang dari-Nya, bahkan Dia Sang Pencipta menguji kita sering lewat kedua hal tersebut. Maka dengan alasan itu pula sebaiknya, cobalah untuk lebih ‘arif/bijak dalam menyikapi kehidupan yang Fana dan Nisbi ini, Sebab bila kita ingin kembali pada tempat yang layak (Jannah) dan mendapat Izin-Nya, maka janganlah pernah melupakan kehidupan Ukhrowiah dan jangan terjebak dalam permainan kehidupan alam fana ini.

Advertisements
Posted in Home | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Religion Actually


It is better we give time a moment to this self for fills substantial spirit, because already to fulfilled well our physical/body everyday. So now moment it mind turn and heart whom we fulfill, if really we still to felt human. I am sure if we still can to a moment give time so that we can wiseer and piety in life this. Every life form certain there final, so properly we can learn from times that already us pass, because only with our substantial result can save our good charity by provision aim alive more true that is hereafter. I want to remind to us all, be careful towards something that can be enemy for us, can through people, or also our self. Because proudest human character. And very careless easy for grateful to alive and die. The above is true advice short this. May can be benefit for us all. Best wishes for us that still at give it opportunity by do good something that and Useful. Under this there a little message may be can at make spiritual input. This world life only is to link to aim alive more eternal. But when do we trapped in world game transitory this so we be human avarice victim still not complete from taste want acknowledgement, Will starve for power, Deceit towards a certain truth and Still many again human avarice forms. Above all for us all don’t ever like the mentioned. Feelingly always will yearn our the return to the alive creator and Life will anticipate us from trapped we this world mirage game. Every worship and Praise to the owner Predicate Status and Identity. Hence we still can sip air and Our resource actualization. Is not suitable when the creation being Has praise exceed it, improper likely when do we forget genesis We as human that already He create to always serve to him In like also sorrow, in ease and difficulty, at moment difficult also glad, that be our consequence as the creature. How does funny when do we only grateful in situation and Condition always glad, like, appropriate our willing, because difficult and glad, difficult and easy be this life pair. Sometimes success, delight can be achieved via failure and difficulty, alive whom we experience, because benefit and disadvantage can come from God, even he is The Creator tests us often via both the things. So with that reason also advisable, try to be more ‘wise, wise in posed transitory life and relative this, because when do we want to return in place proper (heaven) and get the permission, so don’t ever forget life eschatological matters and don’t trapped in this perishable world life game.

Posted in Fardhie Hantary | Tagged , , , , , | Leave a comment